NkuCQmWxWJeSXeuAqt7LBjq580vp0ecgQCp0WTk2

Hai, Maba! Ini Bikin Kamu Open-Mind: Apa itu Sebenarnya Kuliah? Dan manfaatnya?


“Jika Anda kuliah, tapi tidak sukses selama proses perkuliahan, itu sungguh sia-sia. Jika Anda kuliah, tapi tidak sukses setelah tamat nantinya, itu juga sia-sia.”


Untuk mengatasi hal itu, maka artikel ini ditulis. Tulisan ini akan memberikan tips dan pedoman agar sukses di saat menjadi mahasiswa dan memupuk bekal dari selama menjadi mahasiswa untuk sukses setelah tamat nantinya.


Terdiri dari pedoman pola pikir serta beberapa manfaat dan hal penting yang perlu Anda ketahui di perkuliahan sebagai bekal agar setelah tamat nantinya tidak menganggur dan memperoleh kesuksesan karier.


Begitu banyak mahasiswa yang tidak tahu bagaimana caranya agar sukses di perkuliahan dan juga setelah tamat nantinya. Bahkan mereka menganggap kuliah sebagai tempat ajang main-main semata. Hal ini betul-betul mengecewakan. Bahkan mereka sendiri tidak tahu dan tidak menyadari tujuan dari kuliah dan manfaat nyata dari kuliah.


Pada artikel yang saya tulis ini Anda akan menemukan lima manfaat yang sebenarnya Anda dapatkan jika Anda kuliah. Jadi Anda cukup beruntung jika membaca artikel yang saya tulis ini karena ada rahasia-rahasia sukses di balik perkuliahan yang terdapat pada lima manfaat tersebut. Dan itu semua untuk kesuksesan Anda, sebuah pandangan ke depan sebagai mahasiswa baru yang efisien.


Maka, baca dan aplikasikanlah isi tulisan ini untuk kesuksesan Anda.


1. Opportunity Cost dari Kuliah dan Pandangan ke Depan

Mengapa seseorang yang baru lulus dari SMA atau sederajatnya harus kuliah? Bukannya bekerja? Mana yang lebih baik antara bekerja atau kuliah? Dalam hal ini para ahli ekonomi menyebutkan bahwa ada opportunity cost jika kita memilih kuliah.

Apa itu opportunity cost?

Opportunity cost adalah biaya peluang dengan penjelasan lebih lanjutnya bahwa biaya peluang tersebut adalah uang yang sebenarnya bisa Anda dapatkan jika Anda bekerja, bukannya kuliah. Jadi begini, jika Anda bekerja bukannya kuliah, maka Anda akan memperoleh gaji atau upah, katakanlah satu juta rupiah, sedangkan jika Anda kuliah bukannya bekerja, berarti kesempatan Anda mendapatkan uang satu juta tadi hilang. Inilah yang dinamakan opportunity cost (biaya peluang).


Dengan Anda kuliah, berarti Anda mengorbankan waktu untuk bekerja dan uang yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Malah Anda akan menambah pengeluaran untuk biaya-biaya kuliah Anda.


Dengan mengetahui adanya cost (biaya) dari kuliah ini, maka seharusnya Anda memandang ke depan. Dengan menggunakan istilah return of investment, Anda harus menganggap melalui kuliah tersebut harus mendapatkan hasil yang berlipat-lipat di kemudian harinya. Karena itu, Anda harus menganggap kuliah sebagai investasi. Kalau Anda menganggap kuliah adalah sebagai investasi investasi untuk masa depan maka jangan sia-siakan waktu Anda di perkuliahan tersebut. Jangan sampai Anda tidak mendapatkan hasil yang berlipat-lipat dari proses kuliah Anda. Jangan sampai Anda rugi karena kuliah. Sudah menghabiskan banyak uang untuk biaya kuliah, hasilnya nilai jelek, keterampilan atau ilmu tak diperoleh, serta terkenal sebagai pemalas dan bodoh di kampus, yang kesemuanya tidak menghasilkan return (hasil kembali) yang tinggi dari kuliah, bahkan tambah bobrok karena kuliah.


Mulai dari awal sebagai mahasiswa baru atau mungkin mahasiswa yang kebetulan membaca, sadarilah bahwa adanya opportunity cost dari kuliah. Dengan adanya opportunity cost tersebut, maka jangan sia-siakan waktu Anda di perkuliahan tersebut, dan perolehlah hasil semaksimal mungkin. Pada waktu menjadi mahasiswa, Anda harus membuat pandangan yang baik dari orang-orang kepada Anda, menghasilkan suatu karya atau sesuatu yang dapat dibanggakan dan setelah tamat nanti banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang siap menerima Anda bekerja. Ini baru menghasilkan yang tinggi.


Jadi, ingat opportunity cost dari kuliah!!!

Jadikanlah kuliah sebagai investasi yang akan kita petik return of investment yang berlipat-lipat untuk masa yang akan datang.

2. Tujuan dan Manfaat dari Kuliah

Pernahkah terpikirkan secara mendalam oleh Anda apa tujuan Anda kuliah? Bayangkan begitu banyak uang yang akan dikeluarkan oleh orang atau diri Anda sendiri untuk membiayai perkuliahan Anda. Biaya tersebut meliputi biaya meliputi biaya hidup dan biaya pendidikan. Tapi bila Anda tidak kuliah, maka Anda bisa bekerja atau berbisnis setelah tamat SMA atau sederajatnya. Jadi, Anda tahu kuliah itu merupakan pilihan dibanding bekerja. Apakah cuma menghabiskan uang tanpa tahu apa tujuan atau Anda sadari apa saja yang sebenarnya bisa Anda dapatkan jika Anda kuliah.


Jika Anda tidak tahu tujuan kuliah, maka Anda akan menjadi orang yang bingung dan sesat di kampuus dalam artian sulit untuk mendapatkan pelajaran berguna dari perkuliahan.


Anda sebenarnya cukup beruntung jika membaca sewaktu mahasiswa baru dan Anda pun juga dapat lebih menghargai proses jika membaca ini pada saat telah lebih lama menjadi mahasiswa, karena saya akan memperlihatkan manfaat besar yang dapat Anda peroleh jika Anda menjadi mahasiswa.


Sebenarnya ada lima tujuan atau bisa juga dikatakan manfaat dari kuliah, yaitu sebagai berikut:

2.[#1] Mendapat relasi sebanyak-banyaknya

Sebenarnya kampus merupakan tempat yang mempunyai peluang besar untuk mendapatkan relasi. Coba Anda bayangkan, berapa banyak orang yang ada di kampus, dari mahasiswa, dosen, karyawan, dan petugas lainnya. Mereka merupakan poin plus untuk kesuksesan Anda di masa depan. Jika Anda menjadi penganggur, maka Anda tidak akan mempunyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan relasi yang banyak. Dalam hal inilah poin plus pertama yang Anda dapatkan kalau Anda kuliah. Anda dapat kesempatan bertemu dan berkenalan dengan banyak orang tersebut di atas dan Anda menjadikan mereka sebagai relasi.


Jadi, apa manfaat relasi yang banyak bagi Anda?
Relasi memiliki dampak positif setidaknya dalam tiga hal:

  1. Mendapat pekerjaan;
  2. Kerja sama bisnis;
  3. Membantu dalam hidup atau mengatasi kesulitan hidup Anda.

2.1[#1] Mendapat pekerjaan

Relasi bisa membantu Anda mendapat pekerjaan lebih mudah. Jika suatu perusahaan membuka lowongan kerja, karena Anda punya relasi yang bekerja di perusahaan tersebut, maka Anda akan cepat tahu mengenai informasi lowongan tersebut dari relasi Anda tadi atau Anda dapat menjadi salah satu orang yang ditawari pekerjaan oleh perusahaan tersebut. Apalagi kalau relasi Anda tersebut adalah orang yang mempunyai kedudukan penting di perusahaan.


Jika Anda mencari relasi, maka carilah orang-orang yang sukses di bidangnya, orang-orang yang dapat membantu Anda dalam pencapaian tujuan karier dan bisnis Anda. Jalinlah komunikasi dengan mereka secara berperiode. Jika orang-orang yang menjadi relasi Anda mengetahui bahwa Anda menganggur dan butuh pekerjaan maka ia akan segera memberi tahu Anda jika ada lowongan kerja, baik di perusahaan atau lembaga lain tempat ia bekerja.


Ingat! Dalam hal ini saya tidak menyuruh Anda meremehkan siapapun, teman-teman lain Anda misalnya. Berfokuslah pada prinsip, mungkin ini bisa jadi pilihan ‘satu dan nol’ (berkawan pada satu kelompok orang yang nampak bermanfaat saja) atau memilih menakarnya secara menyeluruh sesuai porsi dengan memperhatikan keseimbangan. Karena kita tak pernah tahu nasib orang, apapun sifat dan kondisi teman lain yang Anda remehkan sekarang, setiap detik terjadi perubahan. Bisa jadi di masa depan Anda meminta tolong padanya atau malah ditolong olehnya tanpa Anda minta. Tanamkan di pikiran dan hargailah dengan kemampuan Anda, pilihan kedua tentu lebih baik ketimbang ‘satu dan nol’. Caranya? Berikan porsi atau intensitas lebih untuk teman-teman yang bermanfaat bagi Anda.


Begitulah relasi, begitu banyak orang mengandalkan relasi untuk mendapat pekerjaan lebih mudah bahkan kita mungkin pernah mendapati ada yang menyogok dengan bantuan relasi. Dan itu kenyataan sekaligus dilema antara prinsip dan realitas. Saya tidak menghendaki hal-hal tersebut terjadi dalam diri sendiri atau diri Anda, atau setidaknya tidak akan lagi. Begitu besar peran relasi dalam dunia kerja, dan ini bukan hal baru. Pahamilah pondasi ini.

2.1[#2] Kerja sama bisnis

Timbulnya banyak perusahaan dapat diakibatkan dari kerjasama dari dua atau beberapa orang di mana orang-orang tersebut dapat terdiri dari dua orang sahabat atau kenalan-kenalan. Bila Anda bekerja sama dengan seseorang, maka seseorang itulah relasi Anda. Anda dapat mencari ide bisnis di mana Anda yang mengerjakan bisnis tersebut kemudian memberdayakan setiap keunikan-keunikan relasi Anda. Layaknya prinsip sinergi.


Anda bisa mencoba bisnis mulai dari ringan hingga bisnis besar. Kualitas dan kecerdasan interpersonal Anda akan ikut terlatih di sini.

2.1[#3] Membantu dalam hidup atau mengatasi kesulitan hidup Anda

Saya punya sebuah kisah, yaitu seorang teman saya yang di mana ia kuliah namun dengan biaya harus susah payah ia cari sendiri. Ia memutuskan untuk tidak bergantung pada orangtua. Ia mengerjakan hal-hal lebih banyak ketimbang teman-teman kuliah lain yang hanya fokus belajar ilmu dari kuliah, setiap hari ia harus bangun dini hari ia pergi ke pasar yang berjarak tiga puluh kilometer dari tempat penginapan untuk membeli pasokan jamur yang akan ia jual lagi dan memperoleh keuntungan. Kemudian pada kesempatan di siang hari, ia isi dengan perkuliahan layaknya teman-teman kuliah yang lain.


Tentu bukanlah hal mudah membagi tenaga, waktu, dan pikiran. Ia juga menyadari hal itu, namun ada keadaan-keadaan yang tidak bisa dikendalikan, pandemi ini adalah contohnya. Pandemi menutup tirai peluang usaha barunya berjualan susu segar, di saat yang sama tagihan SPP tepatnya semester dua yang belum penuh ia lunasi dan, ia terpaksa mengambil cuti.


Beruntung berkat hubungan baiknya dengan teman-teman kuliah. Ada seorang teman yang memberitahu informasi bantuan terbatas biaya kuliah dari Bupati tempat ia tinggal. Dan ia didaftarkan tanpa langsung oleh temannya karena sifatnya terbatas untuk sekian orang, dan berlangsung beberapa saat pengumuman namanya masuk sebagai penerima bantuan.

2.[#2] Menambah Pengetahuan dan Mendalami Bidang yang Anda Sukai

Begitu banyak mahasiswa yang membuang ilmu pengetahuan yang sebenarnya banyak ia dapatkan. Mereka melewati hari-hari mereka dengan kegiatan yang tidak menambah ilmu pengetahuan. Mahasiswa banyak yang bermain di kos-kosan atau di rumahnya dibanding menambah ilmu atau keterampilan dari membaca buku atau kegiatan organisasi tertentu.


Pertama harus kita sadari dan tanamkan lagi Return of Investment yang kita inginkan dari perkuliahan ini. Hendaknya kita perdalam dan perbanyak kegiatan yang menunjang kita untuk menjadi ahli di bidang ilmu yang kita tekuni. Bacalah buku, artikel, video, dan media-media yang menyangkut bidang Anda. Percayalah dengan memberikan pengorbanan lebih dari yang diminta, dengan lebih mengejar keunggulan, maka percayai suatu saat Anda akan mendapati momen di mana kesuksesan yang mengejar-ngejar Anda.

2.[#3] Mengembangkan Diri dan Intelektualitas

Anda sebagai mahasiswa seharusnya mempunyai kemampuan intelektualitas yang bagus dibandingkan diri Anda ketika masih SMA atau sederajat. Asumsi orang mengatakan bahwa mahasiswa adalah kaum intelektualitas. Jadi, jangan merusak pandangan tersebut.


Belajarlah ilmu bidang jurusan Anda dan beberapa saran soft-skill:

  • komunikasi;
  • bicara di depan umum;
  • kerja sama tim;
  • kepemimpinan;
  • dan fleksibelitas.


Jika Anda tidak memperoleh kemajuan dalam pengembangan diri Anda, tidak lebih termotivasi untuk sukses setelah kuliah nanti, maka Anda berada pada suatu kesalahan dalam hal menjadi seorang mahasiswa.

2.[#4] Mendapat Ijazah yang Bermanfaat

Ijazah itu memang perlu jika Anda kuliah. Ijazah bukan hanya kenang-kenangan atau sebagai suatu simbol saja bahwa Anda telah menamatkan kuliah dan menjadi sarjana. Kalau Anda hanya menginginkan ijazah saja, tanpa kualitas penting dari diri Anda berarti ijazah tersebut hanya berguna sebagai alat untuk mengumumkan pada dunia bahwa Anda telah lulus kuliah. Memang itu ada betulnya bahwa Anda telah menjadi sarjana, Anda boleh bangga karena gelar tersebut menyatakan bahwa tingkat pendidikan Anda lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu tamatan SMA atau sederajat. Tapi, kalau Anda ingin bekerja dengan mengandalkan ijazah sebagai alat untuk mempermudah Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan, maka hal tersebut tidak akan cukup tanpa kualitas dan keterampilan Anda di balik ijazah tersebut.


Dapatkanlah ijazah Anda di mana Anda dapat membuktikan kualitas Anda yang tinggi dan keterampilan Anda. Dapatkanlah ijazah berkualitas yang artinya tidak selembar kertas, tapi juga pengakuan dari orang lain bahwa Anda memang punya keterampilan di bidang Anda. Ingatlah, ijazah yang berkualitas yang sangat bermanfaat besar untuk kesuksesan Anda.

2.[#5] Mendapat Pekerjaan dengan Gaji yang Lebih Tinggi

Antara pekerjaan ketika Anda SMA atau sederajat dan setelah tamat sarjana, tentu saja jelas beda gajinya. Salah satu nilai tambah jika Anda kuliah, mendapatkan gelar sarjana dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus. Tapi, hal ini berlaku dengan asumsi Anda bekerja dengan terampil, cerdas, dan selalu punya hasrat belajar, sehingga mampu mencapai hasil dengan efisien. Karena Anda yang bergelar sarjana juga bisa dikalahkan oleh orang tamatan SMA, SMP, SD, atau bahkan yang tidak mengenyam sekolah formal sekalipun.


Untuk menjaga stabilitas emosional Anda sekaligus memaparkan fakta di lapangan berdasarkan beberapa literatur menyebutkan bahwa: Kita dibayar bukan dari apa yang kita tahu, melainkan apa yang kita bisa kita hasilkan dengan memperdayakan pengetahuan itu. Para jutawan yang sukses paham betul hal ini, dan fakta mengejutkan kebanyakan mereka tidak memiliki latar sekolah formal tinggi. Jadi, renungkanlah fakta bahwa pengetahuan itu sebuah potensi, tergantung bagaimana diperdayakan. Jika ingin kekayaan, untuk dapat menggapai kemapanan finansial tersebut Anda harus belajar ilmu khusus.


Related Posts
Kumatho.com
"Sebuah misi penyebaran ajaran matematika dalam jaringan."

Related Posts

Posting Komentar